Langsung ke konten utama

Postingan

Dan... Maaf?

Dan....bila esok...datang kembali Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda Dan...perlahan kaupun lupakan aku Mimpi burukmu...dimana t'lah ku tancapkan duri tajam Kaupun menangis...menangis sedih Maafkan aku Dan...bukan maksudku...bukan inginku Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka Melupakanmu...menepikanmu Maafkan aku... Reff : Lupakan saja diriku Bila itu bisa membuatmu Kembali bersinar dan berpijar Seperti dulu kala Caci maki saja diriku Bila itu bisa membuatmu Kembali bersinar dan berpijar Seperti dulu kala (Dan – Sheila On 7)             Entah kenapa lagi suka dengerin lagu ini. Setelah dicerna kata demi kata, agak sama dengan keadaan gue sekarang. Ada yang pernah bilang kalau lagu itu bisa mewakili situasi yang sedang terjadi pada diri kita. Mungkin, iya.             Bingung. Beberapa pertanyaan terus berputar ...

(Seorang) 19 Tahun

Tertipu Waktu adalah sebuah tipuan Kadang terasa cepat, juga lambat Tapi banyak yang menggunakannya menuju kesesatan Tertipu Berbagai aktivitas dilakukan Tanpa memperhatikan kesehatan Tanpa memberikan sedikit rehat “Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang.”   (HR. Bukhari) Sembilan belas tahun di dunia. Menurutmu, apa yang seseorang telah lakukan selama itu di dunia? Tepat hari ini, seseorang telah menapaki angka itu, meninggalkan delapan belas tahun di belakang dengan sejuta keping kenangan dan beberapa harapan yang belum tercapai, serta membawa setumpuk harapan untuk menjalani hidup selanjutnya. Emosional, egoisme, moody, sudah direvisi dari kamus seorang yang sudah menginjak sembilan belas tahun. Hapus. Anggap tidak ada sebelumnya. Bukan lagi cara menyelesaikan suatu masalah. Apa yang seharusnya dilakukan dan d...

[TIKET]

Gue punya tiket. Tiket ini adalah modal gue untuk bisa ke booth makanan, photo booth, juga booth permainan di suatu festival. Tiket yang gue pegang tidak boleh hilang ataupun rusak, karena itu bisa menyebabkan gue tidak bisa ke booth-booth tersebut dan hanya bisa melihat orang-orang yang asyik berkunjung ke sana. Jadi, gue harus memegang tiket dengan hati-hati, menjaganya agar tidak hilang, juga rusak. Gue harus memikirkan cara untuk mempertahankan tiket itu supaya aman dan tidak diambil siapapun, karena bisa saja tangan jahil mengambilnya. Di tiket itu tertera beberapa kolom yang menandakan booth yang berbeda yang bisa gue kunjungi. Gue sudah membayangkan bagaimana senangnya gue berada di festival itu dan berhasil mengunjungi booth-booth tersebut, tentu akan menjadi momen yang tidak terlupakan dan akan menjadi semakin meriah. Gue bisa mengunjungi booth-booth dengan bebas, tidak diatur harus ke booth mana dulu, sebebas gue, semampu kaki gue berjalan ke booth terdekat atau malah yang...

[DESTINASI]

Destinasi. Tujuan.                         Apa yang menjadi destinasimu? Sukses? Menikah? Hidup bahagia? Cukup? Setiap jiwa memegang definisi destinasi yang berbeda. Terdapat daftar panjang untuk mencapainya. Pada hakekatnya, bahwa destinasi sebenar-benarnya manusia adalah ‘dunia’ yang tak kenal waktu. Tempat paling kekal dan tak kenal yang namanya nafsu. Tidak lain tidak bukan, akhirat. Masih ingatkah proses ‘ placement test’ yang menentukan akan masuk syurga atau neraka? Atau mungkinkah diantara kamu ada yang tidak tahu ada tahapan-tahapan itu? Mungkin. Tapi mungkin tidak banyak. Ilmu agama sudah didapat sejak keluar dari rahim wanita luar biasa yang melahirkan kita, Ibu. Jika kamu beragama Islam, sudah dapat dipastikan ada lantunan merdu berasal dari mulut pria luar biasa yang mengumandangkan adzan di telingamu, Ayah. Begitu luar biasa sampai kamu ya...

What Should I Choose?

Ah bingung. Bingung mau cerita ke siapa. Kenapa ya, masalah sepele gini aja bikin pusing? Entah, belum bisa milih orang yang bener-bener bisa diajak diskusi tentang ini. Orangtua pasti, tapi harus ada sisi lain, harus ada pihak lain selain mereka. Tapi siapa? Gue belum bisa menemukan ‘dia’. Masalah ini dampaknya bukan untuk sekarang, tapi dalam jangka waktu panjang, 10-20 tahun ke depan. Gue harus ekstra kerja keras untuk menemukan informasi dan prediksi-prediksi. Tapi, apa yang kekal di dunia ini? Maaf, postingan ini hanya wadah gue mencurahkan kebingungan yang mungkin bagi kalian yang membaca ini enggak penting. Mungkin pertanyaan bagi gue sekarang, “Kapan mau dewasa?” Tidak semua hal bisa diputuskan dalam waktu singkat. Masalah gue ini juga enggak bisa diputuskan dalam waktu hanya beberapa menit, jam, ataupun hari. Bisa berbulan-bulan bahkan mungkin tahun. Ya, susah sih kalau mau perfeksionis. Ini mungkin salah satu kasus yang menunjukkan gue adalah orang yang perfeksio...

Kopi, Manner, Sarinah

       Hai! Assalamualaikum. Akhirnya ngisi blog lagi, senengnya enggak ketulungan. Alhamdulillah sudah kelar UAS, yeay! IPB adalah kampus gue tercinta, jadwal ujiannya emang selalu anti-mainstream. Anyway, tadinya mau nulis cerpen baru atau melanjutkan cerpen lama yang belum juga rampung. Tapi, setelah diskusi dengan Ayah barusan, salah satu topik yang ingin gue angkat adalah kopi. Selain itu tentang manner ke orangtua, gue mendapat tamparan beberapa waktu lalu. Postingan ini akan menjadi postingan random karena gue ingin meluapkan beberapa tulisan yang tersendat selama gue kuliah. Nah, paling terbaru tentang bom di daerah Sarinah, Jakarta Pusat.      Wahai para pecinta kopi, termasuk gue. Kopi adalah satu minuman yang sekarang banyak digemari para remaja. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak yang membuka usaha kedai kopi. Gue, sebagai masyarakat hanya berharap bahwa empunya memiliki pengetahuan kopi yang hebat. Benar kan? Gue, kita, sebagai masya...

VIVA LA KOMTUNG!

VIVA LA KOMTUNG! BRAVO! Gue bisa ngomong: “WOW!” “GILA!” “Kerja keras para comic pendahulu sukses!” “Keren banget!”       Karena apa? Karena Stand Up Comedy sukses menembus negeri ini. Sebenernya, udah lama juga SUC masuk ke Indonesia dan jadi acara hiburan seluruh lapisan masyarakat. Tetapi, kali ini bener-bener berlipat. Acara SUC seakan sudah menjadi acara ‘wajib’ di setiap stasiun televisi. Bagi yang belum tahu SUC, silakan search di youtube atau lihat acara televisi saat ini. Mungkin yang menjadi patokan adalah Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, atau Sammy Notaslimboy.       Pertama kali gue cinta SUC ketika acara Stand Up Comedy Indonesia yang diselenggarakan oleh KompasTV tahun 2011 akhir. Entah kenapa gue suka cara para comic men-deliver keresahan mereka. Keresahan yang mereka alami, disampaikan secara komedi, bukan serius. Ada batasan-batasannya, jadi kalau bikin materi, sebaiknya dengan bimbinga...