Langsung ke konten utama

Postingan

BAGIAN II

            Gue perlu koneksi yang banyak, itu yang gue camkan di dalam otak. Kamar 081, lorong 6, gedung A1, siap menampung gue selama setahun ke depan. Sembari berdoa semoga dapat kasur bawah, gue berjalan menuju kamar. Gotcha! Gue dapat kasur bawah! Di kasur lain, sudah ada satu penghuni yang ternyata bernama Regita atau biasa dipanggil Gita.             Beres-beres kamar adalah satu hal lagi yang menyebalkan. Gue sudah membayangkan akan merutinkan diri untuk hal yang satu ini selama setahun. Belum lagi mencuci piring, menyapu, mengepel, merapikan baju dan celana di dalam lemari, dan pekerjaan detail lainnya. Well , gue belum siap.             Sabtu itu sangat sibuk. Ibu dan Ayah serta adik gue yang super ribut---maklum baru 5 tahun---akhirnya pulang. Tidak menunggu berjam-jam, satu lagi penghuni, alias penghun...

BAGIAN I

Pengalaman di asrama adalah pengalaman yang hebat. Banyak hal-hal yang tadinya bahkan gak pernah muncul di pikiran gue. Hal-hal yang aneh, menyenangkan, menyedihkan, menyentuh hati, memeras otak, dan menguras tenaga. Ini yang membuat ingatan gue terus aktif, tidak membiarkan apapun mengeluarkannya dari pikiran. Dan disitulah hebatnya pengalaman ini, terus terpatri dalam memori. 26 Juni, gue meluncur menuju asrama dengan pikiran ruwet. Membayangkan akan hidup sendiri aja udah males. Di perjalanan, gue hanya berdoa semoga bisa bertahan hidup selama sesi UTS ini. Gue sempat mengeluh karena semuanya harus dikerjakan sendiri. Hari pertama benar-benar hari paling berat di asrama. Udara panas, harus nyuci baju, jemur, jalan kaki kemanapun di lingkungan kampus. Susah, pikir gue. Hari Senin, 29 Juni, hari pertama kuliah. Gue nekat duduk di depan, niatnya biar gak ngantuk dan pelajarannya masuk ke otak dengan mudah. Alhasil, gue ngantuk parah duduk di depan. Dalam hati gue kesel sendi...

With Pandji Pragiwaksono #BalasDi18 "Special 18th of June"

Assalamualaikum, Om Pandji! Eh bener kan manggil 'Om'?        Foto ini by the way pernah saya jadiin Profile Picture di Twitter dan ada yang komentar: "Bud, kenapa ekspresinya lucu banget?"        Well , kenapa 'Bud'? Jangan bingung karena panggilan teman-teman untuk saya memang Bude. Dan saya enggak tahu yang dimaksud lucu itu siapa, SEMOGA SAYA.        Foto ini berhasil diabadikan tanggal 15 Juni 2013 di acara Stand Up Festival. Saya pernah me- review tentang perkembangan Stand Up Comedy sampai pada titik ulang tahun yang megah, yaitu Stand Up Festival 2013 ini disini----> http://faadhilafaa.blogspot.com/2013/06/stand-up-comedy-indonesia.html        Om Pandji bisa baca tulisan itu dulu, karena waktu itu saya pernah mention Om Pandji dan beberapa komika lain, tapi yang sempat membaca hanya Kang Isman dan Bang Vikrirasta.     ...

PART VI

              “Run, sekali lagi, gue minta maaf ya. Gue harusnya lebih peka. Gue terlalu bersikap seperti anak kecil. Dan gue harap kita bertiga bisa menjadi sahabat selamanya, Run.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Reyna saat kami sedang melihat keluar jendela angkutan kota.             Aku terkejut dengan ucapan Reyna. “Gue kan udah maafin lo, Rey. Iya kita harus terus bareng-bareng ya, harus selalu mendukung satu sama lain. Karena gue pun yakin, gue akan selalu butuh lo dan Deka. Jadi, semoga saja ini adalah ujian untuk kita agar lebih mengerti keadaan masing-masing.” Terlihat Reyna senyum kepadaku, tapi seperti ada sesuatu yang disembunyikannya. Semoga perasaanku ini salah.                Bunyi pintu masuk tempat les yang khas membuat Mbak Mey, salah satu CS, menatap kami. Dia...

PART V

             Sosok Runy dan Gama muncul di ujung taman, mengarah ke kamar Dimas. Saat itu Deka sedang mendengarkan musik dari hand phone nya di deretan kursi depan kamar Dimas, ketika dia melihat mereka menuju ke arahnya.             “Wah, gawat! Gue harus ngapain sekarang? Bilang ke Reyna kalau ada Runy atau apa? Ya ampun gue stress sendiri gini. Ah, iya. Gue langsung ke parkiran aja. Nanti gue tinggal sms ke Reyna kalau gue nunggu di sana. Yes, beres!” Deka lari menuju pintu lain rumah sakit itu menuju parkiran. Pesan singkat segera meluncur ke hand phone Reyna.             To: Si Sibuk             Rey, gue ada di parkiran. Cepetan woy!             Dering sms menggetarkan saku kanan celana Reyna....