Langsung ke konten utama

Postingan

Opportunity Loss

                         Waktu memiliki sejuta makna jika masing-masing kita ingin mengartikannya lebih dalam. Dengannya, aku menghargai apapun dan siapapun yang mengisi hidupku. Tidak ada yang berani menghakimi waktu, walau kadangkala dia berjalan begitu cepat atau bahkan lebih lama dari biasanya. Hal yang tidak bisa kembali lagi, meskipun kita berdoa dan sujud tanpa kenal lelah kepadaNya.              Telah digariskan oleh Yang Maha Cinta bahwa setiap orang akan dipertemukan dengan pendamping hidup. Aku termasuk ciptaanNya, aku termasuk yang akan dipertemukan oleh sosok tersebut. Banyak orang yang telah aku temui, mulai dari pedagang kaki lima hingga pejabat negara. Berbagai macam watak dan karakter diri. Terkadang, aku penasaran, menginginkan waktu segera menunjukkan siapa sosok tersebut. Apakah so...

Luar Biasa Menginspirasi, Film Rudy Habibie Sukses Membuat Tangis

Hari ini, kembali saya menonton flm Indonesia. Kali ini, Rudy Habibie. Tadinya, saya dan teman saya, ingin menonton Sabtu Bersama Bapak. Berhubung tidak sesuai jadwalnya, akhirnya kita memilih Rudy Habibie.           Rudy yang diperankan oleh aktor Reza Rahardian, berhasil membawa penonton masuk ke dalam kisahnya. Gimmick Reza yang menyerupai Pak Habibie juga menyihir kami sebagai penonton. Aktingnya luar biasa.           Saya, jujur menangis di beberapa scene. Pertama, saya menangis saat scene ayah Rudy meninggal saat sujud sholat. Ayah Rudy yang diperankan oleh Donny Damara padahal berjanji untuk mengajarkan Rudy membuat pesawat terbang setelah sholat. Sebelum sholat, Ayah melihat masing-masing anggota keluarganya dan tersenyum. Saat   sujud rakaat terakhir, Ayah tak kunjung bangun. Rudy yang berada di belakang sang ayah, menggoyang-goyangkan kaki ayahnya, dan tiba-tiba san...

Patah Hati dan Koala Kumal

Hari ini, satu lagi film Indonesia sekaligus karya penulis ternama, Raditya Dika, sudah saya tonton, walaupun nonton sendiri haha. Judulnya Koala Kumal. Bukunya sudah terlebih dahulu aku baca. Menurut pengalaman, film yang diadaptasi dari buku biasanya tidak lebih bagus dari bukunya. Tapi, film Raditya Dika ini bisa sesuai dengan bukunya dan tidak terlalu mengecewakan. Ini juga dikarenakan penulis, sutradara, dan aktor diperankan oleh Dika sendiri. Penulisan buku Dika yang satu ini rapi dan lebih serius dari buku-buku dia sebelumnya hehe. Alurnya sudah tidak asing dan mungkin juga banyak dialami oleh masyarakat. Tentang patah hati. Aku tidak akan membocorkan ceritanya di sini, jika memang kalian belum membaca buku sekaligus menonton filmnya. Pemainnya terarah dengan baik sehingga feel nya dapet dan penonton bisa ikut merasakan bagaimana saat menjadi Andrea, Dika, Trisna, maupun James.  Film ini. Kata-kata di film ini. Semua mengingatkanku lagi dengan masalah-m...

Balasan 'Pesan dari Amuba di Angkasa'

Ingatkah pada saat awal perkenalan? Oh, bukan Mungkin awal kedekatan Ya, H+12 ulang tahunku           Sebenarnya aku pun ingin menulis tentang dirimu. Tetapi berhubung kau sudah mengirimkan pesan dari tempat yang jauh (re: Angkasa), maka aku disini akan membalas pesanmu. Tapi, tenang, aku masih di bumi.           Aku tidak tahu bagaimana sampai akhirnya kita bisa bertukar cerita hampir setiap hari. Hm, mungkin lebih banyak kau yang bercerita. Aku tetap pada posisiku, menjadi pendengar.           Ingin rasanya tertawa mengingat hari itu. Pada awal pertemuan saja, kau sudah membuatku kesal. Namun, aku catat itu sebagai sebuah kejujuran. Terima kasih sudah menjadi sosok yang mengajariku tentang kejujuran. Kalau aku bicara padamu saat ini, mungkin reaksi menyebalkanmu akan menjawab, “Iya lah. Aku mah mau jadi apa adanya aja.” ...