Bertemu orang-orang lagi. Lagi-lagi yang baru lulus dan dapet SNMPTN undangan. Sekarang sebenernya yang mau dikejar apa? Nilai aja? Atau ada tujuannya? Tahun depan. Tahun depan giliran angkatan saya yang akan deg-degan, yang akan sibuk cari info kesana kemari, yang akan sibuk dengan segala tes yang wajib dan sunah diikuti, dan lainnya. Get ready guys! Speechless, tapi pengen teriak banget gatau mau ngomong apa soalnya. Hari itu pasti akan datang, bersiap dari sekarang kalo hasilnya mau bagus. Salah satu hal yang paling ditunggu, semakin dekat dan selalu semakin dekat. Berusaha dan lakukan ibadah apapun itu. Ketika sudah diumumkan, tidak ada yang bisa disalahkan, tidak ada protes. Dan saat itulah, kita sadar betapa pentingnya usaha dan do'a.
Kenapa ya masih percaya aja bisnis gue bakalan bisa berkembang walaupun harus capek mengumpulkan receh demi receh setiap harinya? Tulisan ini akan lebih banyak bahas pengalaman gue dan hasil pengamatan gue terhadap pelaku UMKM. Sebenernya udah lama mau nulis, tapi trigger datang dari hasil gue scroll Twitter kemarin. Tertampar untuk kesekian kali saat baca tangkapan layar ( screenshot ) yang berisi curhatan Owner Men's Republic (Yasa Singgih) di Twitter. Pertanyaan yang ini loh yang bikin gue ikut merenung: "Am I born to be an entrepreneur?" Wah, jawabannya apa tuh? Hahaha bikin sakit perut bacanya. Gue sempat baca tulisan Yasa (walaupun belum pernah punya bukunya) dan jujur memang menginspirasi kok kisahnya dalam berbisnis. Terlepas dari masalah yang dialaminya--dan memang semua pengusaha akan selalu berdekatan dengan tumpukan masalah--gue sebenarnya berharap brand lokal tidak redup di masa new normal ini, termasuk MR. Kenapa emang? The strongest reason saat ini di...
Komentar
Posting Komentar