Gak lama setelah nulis post sebelumnya, tiba-tiba dering sms dan telpon
bunyi barengan. Eh orang IPB nya telpon. She said, "Maaf, Ajeng dan
Darin kalian main lagi ya di kualifikasi 3 :-)" Jadi intinya kita masih
main. Wah kita senengnya bukan main. Hampir nyangklongin tas dan bayar
di warnet. Kualifikasi 3 kita kalah sama saudara sendiri. Kualifikasi 3
adalah babak di mana sesama Cepsymily berebut kekuasaan alias peringkat
atas. Setelah company BIT menang, kita harus ikut babak play off 1 dan
2. Seneng adalah kita berkesempatan peringkat 1 walaupun cuma 2 quarter
di play off 1 hehehe. Di play off 2, lawannya cukup berat sih di
industri kami. Tapi alhamdulillah di industri 1 lagi, Ellienda dan Dysti
bisa pertingkat pertama dan lolos ke Semifinal. Wih 4 tim dari SMAN 1
Bogor di IPB Business Festival. Semoga pertanda baik untuk CEPot'S ke
depannya aamiin. Selamat dan semangat melanjutkan di minggu depan! (y)
Kenapa ya masih percaya aja bisnis gue bakalan bisa berkembang walaupun harus capek mengumpulkan receh demi receh setiap harinya? Tulisan ini akan lebih banyak bahas pengalaman gue dan hasil pengamatan gue terhadap pelaku UMKM. Sebenernya udah lama mau nulis, tapi trigger datang dari hasil gue scroll Twitter kemarin. Tertampar untuk kesekian kali saat baca tangkapan layar ( screenshot ) yang berisi curhatan Owner Men's Republic (Yasa Singgih) di Twitter. Pertanyaan yang ini loh yang bikin gue ikut merenung: "Am I born to be an entrepreneur?" Wah, jawabannya apa tuh? Hahaha bikin sakit perut bacanya. Gue sempat baca tulisan Yasa (walaupun belum pernah punya bukunya) dan jujur memang menginspirasi kok kisahnya dalam berbisnis. Terlepas dari masalah yang dialaminya--dan memang semua pengusaha akan selalu berdekatan dengan tumpukan masalah--gue sebenarnya berharap brand lokal tidak redup di masa new normal ini, termasuk MR. Kenapa emang? The strongest reason saat ini di...
Komentar
Posting Komentar