Aku adalah seorang siswi SMP. Guru-guru selalu memuji nilaiku yang selalu memuaskan. Setiap malam, selalu saja ada yang menanyakan PR lewat telepon, tak terkecuali Deka dan Reyna. Mereka adalah teman dekatku di tingkat terakhir SMP ini. Aku terkenal serius dan rajin di lingkungan sekolah karena hampir setiap hari masuk ke perpustakaan. Aku bukan orang yang terlalu aktif berorganisasi seperti Reyna, ataupun kelewat apatis seperti Deka. Hanya ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang aku ikuti, selebihnya aku hanya fokus pada pelajaran. Tapi, satu sifat yang kentara, aku ‘gak enakan’ sama orang lain. Sama seperti Reyna, aku pun tidak terlalu memikirkan soal cowok, walaupun pernah beberapa kali dekat dengan kaum itu. Sampai pada waktu ini, aku dan Reyna berada di posisi yang tidak seharusnya. Reyna masih saja bicara panjang lebar tentang Dimas. “Run, mending gue ...