Langsung ke konten utama

Postingan

PART II

           Aku adalah seorang siswi SMP. Guru-guru selalu memuji nilaiku yang selalu memuaskan. Setiap malam, selalu saja ada yang menanyakan PR lewat telepon, tak terkecuali Deka dan Reyna. Mereka adalah teman dekatku di tingkat terakhir SMP ini. Aku terkenal serius dan rajin di lingkungan sekolah karena hampir setiap hari masuk ke perpustakaan. Aku bukan orang yang terlalu aktif berorganisasi seperti Reyna, ataupun kelewat apatis seperti Deka. Hanya ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang aku ikuti, selebihnya aku hanya fokus pada pelajaran. Tapi, satu sifat yang kentara, aku ‘gak enakan’ sama orang lain. Sama seperti Reyna, aku pun tidak terlalu memikirkan soal cowok, walaupun pernah beberapa kali dekat dengan kaum itu. Sampai pada waktu ini, aku dan Reyna berada di posisi yang tidak seharusnya.             Reyna masih saja bicara panjang lebar tentang Dimas. “Run, mending gue ...

PART I

Hari itu tempat les di bilangan Pajajaran sudah ramai dipenuhi siswa SMP. Tempat itu sudah hapal pasti aroma keringat siswa-siswa SMP setelah pulang sekolah. Hampir tiga bulan aku menginjakkan kaki di tempat istimewa itu untuk mempersiapkan Ujian Nasional. Mengapa istimewa? Awalnya aku pun hanya ingin fokus pada 6 mata pelajaran itu, tapi keadaan tidak mendukungku untuk terlalu serius. Seperti ada yang membisikkan, “Ada yang harus kamu pelajari selain ini, Runy. Lihat sekelilingmu dan kamu akan menemukannya.” Tepat dua bulan masa les, bukan aku yang menemukan, tapi ada yang datang padaku. Aku memasuki bangunan itu, yang lebih tepat disebut ruko. Belum sempat membuka lebar pintu masuk, dua orang siswi SMA datang menghampiriku. Mereka adalah temanku di sekolah yang juga les di tempat ini. “Run, hasil TO udah keluar tuh! Lagi-lagi lo dapet peringkat 10 besar. Lo ada di peringkat 5 se-Bogor! Ajarin kita dong!” Deka, salah satu temanku yang paling tomboy di sekolah menghujaniku denga...

Teori vs Realita

Sudah berapa lama tangan ini tidak bergelut dengan keyboard seperti sekarang? Sudah terlalu ‘menyibukkan’ diri dengan urusan-urusan yang orang bilang PENTING. Membiarkan diri melupakan untuk menulis. Hehe, maaf, sedang mencoba melalui suatu proses :)                 Bertanya dengan diri sendiri mungkin terhitung beberapa kali lipat lebih banyak daripada bertanya kepada orang lain. Iya, kan?                 Kadang merasa jauh dari keramaian dan ikut dalam keramaian dalam satu waktu. Kadang merasa sendiri dan bersama-sama dalam satu waktu. Sering merasa cuek dan peduli dalam satu waktu, juga merasa terasing dan diperhatikan dalam satu waktu. Ada apa ya? Apa memang ini yang orang-orang mungkin pernah rasakan?                 Otak ini sudah berputar beberapa ...

IT'S TIME FOR US TO BE YOUNG ENTREPRENEUR!

Note: Setelah baca postingan ini, tolong di visit ya www.faadhiladhila.byethost4.com Kenapa sih harus jadi Entrepreneur ? Apa yang terlintas di pikiran kalian setelah mendengar kata ‘ENTREPRENEUR’? Kalo gue pribadi, yang terlintas dalam pikiran gue adalah: HIDUP MANDIRI Why? Hidup mandiri dalam arti kerja keras dan mulai dari 0. Seorang entrepreneur bisa berhasil atas kerja kerasnya sendiri, di samping dia mempunyai passion. Tanpa kerja keras, mustahil orang itu bisa menjadi Entrepreneur yang berhasil. Bagi kalian yang belum ngeh , sebentar lagi akan masuk masa Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang. Tinggal 1 bulan persiapan kita. Pemerintah juga   sedang menggalakkkan masyarakat industry kreatif, kan? DIanjurkan untuk setiap masyarakat agar menjadi wirausahawan/wirausahawati yang menciptakan lapangan pekerjaan, bukan menumpang di lahan kerja orang. INGAT! Saat MEA nanti, seluruh warga negara berhak bekerja di wilayah manapun, tidak melihat dar...

Tepat 17 Tahun

Bismillahirrahmanirrahim.          Bismillah mulai hari ini, 26 Juli 2014, lebih mendekatkan diri padaNya. Gue tahu ini kewajiban, gue tahu ini akan jadi pertanggungjawaban Ayah di akhirat kelak. Ilmu yang gue sekarang punya, masih kurang. Semoga dengan keputusan gue ini (eh bukan keputusan, ini kesadaran gue akan kewajiban dari Dia kepada seluruh muslimah), akan banyak hikmah yang kelak gue dapat.          Teman-teman yang sudah mendorong gue terus, yang sudah mencontohkan, yang udah berhasil menyindir dengan segala cara (jahat ya wkwk), yang enggak ada bosan-bosannya mengingatkan gue dan nanyain terus kapan mulai, terima kasih banyak! Tanpa peran kalian, mungkin hanya ada sebatas niat tanpa implementasi. Semoga kebaikan kalian dibalas dengan yang lebih baik dari Yang Maha Pemberi Nikmat. Aamiin.          Dan ini yang baru gue inget! Gue lahir di Bogor, 7...