Langsung ke konten utama

Postingan

Mencari Senyuman

“Jadi, belum ada sponsor yang pasti bisa berpartisipasi di acara kita?” Arinda setengah berteriak, terdengar menggema di ruang 11 IPA 1 yang lengang. Anak-anak sudah pulang sejak pukul 13.30 WITA tadi, sekarang waktu menunjukkan pukul 15.00 WITA. Hening sesaat. Suara Arinda semakin naik. “Karin? Arum? Galuh? Jawab pertanyaan gue!” Pertanyaan Arinda bertubi-tubi. Tiga orang yang disebut namanya oleh Arinda barusan, hanya bisa menggelengkan kepala menjawab pertanyaan sang ketua ekstrakurikuler kewirausahaan di salah satu SMA di Nusa Dua itu.             “Apa kata pembina nanti? Kalian tahu, Pak Wayan sudah mewanti-wanti dari awal, ekskul kita ini harus usaha lebih keras mendapatkan sponsor, dan…,” Arinda berhenti sejenak. “Acara ulang tahun sekolah kita tinggal satu bulan lagi,” katanya melanjutkan. Matanya berlinang air mata, tangan kanannya mengepal. Ketika hendak menjatuhkan kepalannya ke meja di sampingnya, suara seorang co...

Random

Lagi belajar banyak. Doain aja bisa menyerap banyak hal dalam waktu yang sama. Semangat semua! Kalau ada yang bisa dibantu, bilang aja. Daripada capek otak, mending capek otot. Beneran deh. Gaenak banget capek otak tuh, migrain deh ujungnya hehe. Ini sudah hamin hamin mah udah random haha. Yo jalani dengan baik :)

"This Era." Aku ada di dalamnya.

Kalau udah tahu orang lain salah, terus gimana? Bertindak atau tetap diam?         Kebanyakan dari kita emosi di awal, emang iya nyebelin. Tapi, solusi untuk membuat orang yang salah itu sadar dengan apa? Dengan balas dendam, yang berarti melakukan hal salah yang sama? Is that a solution? I don't think so.          Kita sadar sebagai manusia, khilaf bukan lagi kosakata yang asing. Sekarang, kosakata toleransi ada di dalam otak manusia, tidak? Bersyukurlah yang punya, yang belum punya, silakan belajar. Fakta membuktikan bahwa kita memang terlalu jeli melihat kesalahan orang, sehingga kesalahan sendiri tidak terlihat. Lucu? Iya.          Gue nulis ini berdasarkan kenyataan, Blogger. Ini kisah yang ada di lingkungan gue. Pikiran manusia emang suka bercabang, keseringan malah. Salah diri sendiri nggak digubris, salah orang lain layaknya rumah kebakaran, heboh. Lebih tolerans...

'What If' Melihat dari Sisi Yang Berbeda dari Orang Lain

 Emang bener ya, kalo sisi yang kita liat beda dari orang lain itu gimana rasanya. Beda gitu kan rasanya, terus jadi minoritas, terus minoritas juga pendukungnya, seperti ditelan bumi. Kenapa ya ide yang terkadang bagus malah ditolak? Alasannya? Keperluan mayoritas. Kesannya tuh jadi kayak "Ini kan punya kita, kenapa denger omongan orang yang malah nurunin kualitas?" Greget banget hahaha. Gue ngeliatnya kok malah jadi semaunya sendiri. Hak nya jadi cuma berat sebelah. Apa mungkin pihak itu belum mengerti, apa itu kerja dalam tim? Entahlah. Gue merasa kerja keras disini tidak berbanding lurus sama hasilnya kelak. Salah gue ya? Gak sih, gue nya aja belum terbiasa. Mungkin ini ujian. Kesenjangan sosial pun masih ada, heran. Diskriminasi pun masih terasa, jujur aja gue gak nyaman sama keadaan sekarang. Mungkin senyum gue itu berarti "sama sekali gak nyaman", makanya gue senyum. Maaf ya ini, tapi kenyataan, sedih gue juga, gak mau sok-sok senyum di depan orang.... Intin...

UI Open Days at Universitas Indonesia on March 2nd 2014

Assalamualaikum Blogger dan UI! Hehe. Seneng bisa menghadiri UI Open Days walaupun cuma 1 hari. Worth it banget lah! Terima kasih panitia bikin acara yang selalu kami (para calon yang ingin kuliah disitu) ingat. Bareng temen-temen seperjuangan dan melihat situasi disana yang mungkin kami rindukan, dalam hati kita berdoa masing-masing. 1 tahun lagi, 'lama' bukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan 1 tahun lagi. Tujuan kami mungkin memang berbeda, tetapi media untuk mencapai tujuan itu mungkin terdapat kesamaan. Usaha dan doa yang mengiringi kami 1 tahun ke depan, apakah di UI atau di universitas lain, hanya Dia yang menentukan. Bener kan? Intinya, saya dan temen-temen selalu menunggu acara selanjutnya di @univ_indonesia! :D These: Last but not least, insyaAllah bareng Ellin, kata-kata yang dipegang terkabul!! Aamiin Doakan ya Blogger! Aamiin ya, Sofi! Kita harus optimis :") Di tengah jalan perpus UI Oke banget kata-katanya Depan Balairung UI!...

Simbiz 2014 at BINUS University International on February 15th-17th 2014

Latepost hihihi. Ini tulisan dari tanggal 18 Februari 2014, H+1 setelah hari terakhir ke BINUS tahun ini (mungkin). Awesome days!!! We're waiting for Simbiz 2015, kakak-kakak BINUS :* BINUS UNIVERSITY INTERNATIONAL!! Aaaa thank you for the opportunity for us, CEPot’S, for joining Simbiz 2014 :D Terima kasih atas partisipasi, pengorbanan, perjuangan bolak-balik Bogor-Jakarta selama 3 hari kemarin (4 hari untuk yang ikut techmeet) untuk lomba Simbiz 2014 yang diadakan oleh Binus Internasional University :) Terima kasih untuk: Binus Internasional University yang pasti dan seluruh panitia yang keren banget! Bangga bisa ikut Simbiz 2 kali walaupun tahun ini belum bisa masuk ke Business Plan, seneng banget bisa ketemu Kak Jean (LO tahun lalu) miss her so much sebenernya :*, dan bisa foto sama Kak Christian juga akhirnya! Terima kasih juga untuk: Manik Marganamahendra, Ellienda Ayu, Iffah Sulistyawati, Darin Flamandita, M. Faizal Haq (partner gue), Dwi Gita K., Cica Rakhma, Hapsar...